Jumat, 12 Maret 2010

Penyadapan Darah Berhasil, Namun “PengAmbrukan” Tak Bisa Terelakkan

Seneng banget ditawari ikut ke PMI Salemba buat donor darah... Sudah lamaa buanget aku tuh ingin donor darah. Pas jaman kuliah kemarin, pasti deh setiap ada event donor darah di kampus aku tidak bisa ikut karena bermasalah dengan berat badanku dan kebetulan pas banget ada tamu bulanan..huhu.. (syaratnya berat badan minimal 50 kg, sedangkan berat badanku tidak pernah mencapai 50 kg..Huff!). Terakhir donor darah tuh pas jaman sma kelas 2, saat itu syarat berat badannya minimal 45 kg jd aku bisa ikutan deh.

Nah, kebetulan banget pas kemarin aku datang ke PMI, eh ibu-ibu petugas PMI membolehkan aku ikut karena syaratnya berat badan minimal 45 kg, ihiiy... (kesampean juga deh..). Setelah nimbang badan, tes HB, tensi dan mencuci bagian lengan yang akan “disadap” darahnya dengan sabun dan dikeringkan, penyadapan darah siap dilaksanakan. Hihi, serem juga yah istilah penyadapan darah (tulisan ini aku baca saat ada di ruangan pengambilan darah), berasa seperti pohon karet saja..Hihi..

Humm...lama juga aliran darahku mengalir sebanyak 250 cc ke sebuah kantong darah. Kira-kira hampir setengah jam akhirnya kantong darahnya terisi 250 cc darahku juga..fiuuh... (berakhir juga...). Akhir cerita penyadapan, tiba-tiba aku merasa sedikit mual dan koq “menguap” terus yah.. Jadi ngantuk.. Hemm, pikiran kualihkan kepada hal-hal yang menyenangkan untuk dibayangkan agar rasa mualnya hilang. Yaph, dalam beberapa menit rasa mualnya hilang. Aku bangkit dari kursi penyadapan, lalu melangkah untuk mengambil kartu, berbalik badan dan siap melangkah menuju ke arah kantin. BRUUKK... Haduh, ternyata belum sempat melangkah sebanyak 3 kali aku sudah ambruk sekejap mata. Pingsan “sekepretan”, bangun-bangun hanya merasakan bagian pantatku yang sakiiit, keringat dingin, pusing, lemas, dan malu..hihihi.. Padhal sebelum berangkat donor aku sudah sarapan. Ternyata ibu-ibu petugas PMI mengangkatku dan langsung menyadarkanku dan memberiku teh manis hangat. Mereka perhatian sekali, aku dirawat serasa kaya ibu dengan anaknya.. Huhu, jadi terharu..

Oalaah, ternyata tensiku 100/70 sangat mempengaruhi kenapa aku bisa lemas seketika tadi. Apa mungkin karena aku yang kurus pula? (berat 47 kg dengan tinggi 156 cm, emang kurus yah?). So, besok-besok lagi kalau aku mau donor darah aku harus banyak makan enak, sarapan, dan istirahat alias rebahan yang lama setelah selesai disadap darahnya. Semoga berhasil...!! ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar