Kamis, 04 Februari 2010

Jogja's Friendship Never Ending Stories : Part 1

Semua diawali dari kemantapan hatiku untuk memutuskan dan memilih kuliah di Jogja lima tahun yang lalu. Memang sih, awalnya berat dan bimbang dalam membayangkan bagaimana hidup jauh dan terpisah dengan orangtua dalam jangka waktu yang agak cukup lama (eh, ternyata memang lama.. huhuhu..). Apalagi didukung pula oleh kondisiku yang sebelumnya belum pernah bepergian jauh dari orangtua, Alone! Yaah..istilahnya anak rumahan banget deh gw.. hehe.. Sejauh-jauhnya pergi menginap di rumah saudara itu di Purwokerto, itu pun selalu bareng keluarga dan tidak pernah sendiri (rutinitas yang dilakukan saat liburan sekolah dulu : PulKam ke rumah nenek). Jadi, tidak bisa dibayangkan bagaimana rasanya tinggal jauh dari orangtua seorang diri.. (huhu, dulu tuh membayangkannya saja tidak mau).

Eh, ternyataaa.. "Universitas Impian" (UI) tidak jadi dipilih, dan akhirnya yang terpilih justru "Universitas Gak pernah Membayangkan seperti apa" alias UGM (haha...maksa banget yah??). Now, aku sekarang menyandang predikat Sarjana lulusan UGM. Woow, ternyata betah juga yah lima tahun jadi anak kost yang setia menuntut ilmu di Jogja, hihihi... :D

Awal tahun pertama, terlalu lugu dan lucu untuk dinikmati. Rasanya senang sekali mendapat banyak kenalan teman dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari ujung Sumatra hingga ujung Sulawesi dan NTT pernah saling bertukar senyum dan nama, tapi sayang yah koq tidak ada kenalan teman dari ujung Papua.. :( Oia, paling senang lagi tuh kalau bertemu dan kenalan dengan sesama anak Jakarta, hahaha... Soalnya berasa satu kampung gitu :D

Teman selalu datang bertambah dan berganti dengan yang baru, tidak kalah dengan pilihan kostku selama lima tahun di Jogja. Tiga kali mencicipi pindah kost, alhamdulillah suasana tiap kost asik dan berbeda-beda satu sama lain. So.. bisa nambah-nambah koleksi cerita dan pengalaman deh. Tiap kost pasti punya cerita dan warna teman tersendiri yang berbeda-beda pula, biasanya sih kalau bestfriend-an tuh pasti jumlahnya tidak jauh dari tiga atau empat orang (gak tau yah kenapa...kalian tau jawabannya?? hihi)

Kegilaan pertemananku di Jogja versi kost-kostan diawali dengan berbestfriend ria dengan Iie dan Nana. Kami hidup bersama di Karangmalang dekat dengan UNY. Wah senangnya setelah hampir empat tahun tidak bertemu, akhirnya pada tanggal 3 Februari 2010 kemarin akhirnya kita bertemu. kembali. Stop site pertemuan kami diawali dengan acara obrolan seruu di kost jaman bahola dahulu kala dan diakhiri dengan hang out dan makan steak yang murah meriah (beli steak cuma 9 rebong doank plus minum, haghahag.. Jadi tambah senang deh) di salah satu mall.
Iie yang cerewet tapi imut dan Nana yang simpel dan dewasa sudah cukup setia menemaniku diawal dan diakhir cerita ku di Jogja ini. Thanks temaan.. Aku tunggu pertemuan kita selanjutnya.

Next on, kegilaan dan keramaian semakin bertambah saat moved to the second boarding house. Aku pindah kost ke kawasan padat mahasiswa UGM di daerah Jakal km 5,5 ini karena pertimbangan lebih dekat dengan kampus dan kondisi kostnya yang lebih enak, walaupun lebih banyak penghuninya dibandingkan dengan kost sebelumnya dan tampak seperti bangunan SD (tingkat dua berbetuk U di bagian tengah terdapat halaman terbuka.. Mari dibayangkan..), namun udara segar masih dapat aku hirup dengan mudahnya setiap pagi saat membuka pintu kamar, hihi.. Di kost yang kedua ini aku mendapatkan "keluarga" baru, karena muncullah sebutan "Bundo, Kakandow dan Adendow" beserta para pemain pendukungnya (like this!).
*note : Haha..foto itu (aku, Toe dan Titis) diambil saat kami menjadi penerima tamu acara nikahan yang sponsor salonnya punya ibu kost, hihi.. >.^ Saat Wiwik wisuda aku sempatkan diri datang ke GSP UGM, padahal aku sedang KKN di desa depan Ambarukmo Plaza, haha..



Last, persinggahan terakhirku di Jogja adalah di daerah Condongcatur. Wah, semakin bertambah lagi rasa kegilaan, keramaian, kehebohan dan keseruan yang terjadi (maksa banget yah..). Walaupun 1 kost hanya berisi enam orang namun rasanya seperti dihuni oleh sepuluh orang. Ada duet sandal jepit Tika dan Dora yang nge-rock and gothic abis, duet Bona RongRong aku dan Toe yang bertolak belakang sifatnya namun sering bernasib sama, serta duet ke-Ibu-an Mba Aida dan Elok yang totally "klop" banget kalau sedang berdiskusi masalah beasiswa kuliah di luar negeri, terutama di Jerman.


Setelah Tika, Dora, Mba Aida dan Elok meninggalkan kostan, hanya tinggal aku dengan Toe, kebetulan saat itu kami sedang berjuang menyelesaikan skripsi. Emm, selanjutnya datang kegilaan yang super gila lagi... Terengtengteng.....!! Tiba-tiba, seorang teman yang Ibu Rumahtangga banget bernama Lely dan anak kecil yang cerewet pisan bernama Bella datang menjadi anggota baru kostanku. Sejak kedatangan mereka, kost berubah nama menjadi Karaton Ningratan Brojowikalpo 2nd Flur (wahaha, karena ternyata kami itu sangat berada di bawah kekuasaan Kanjeng Mami yang nun jauh disana terus memantau kami, jadi berasa hidup di keraton, hehehe.. ibu kost-red). Gila bersama terasa semakin gila, susah senang, tawa, ceria, usil dan nangis bersama sudah menjadi makanan sedap bagi kami. This is what i call we're like a real Family actually.. ^^

Saat-saat kebersaman seperti inilah yang membuat kami semakin "gila" dan sayang menyayangi.. Ahahay... ^^

Wuaah, tiba-tiba saja rasa melankolis timbul dalam hati. Semua kenangan selama lima tahun bersama teman-teman ala kost-kostan pasti akan menjadi salah satu cerita tidak terlupakan dalam bagian jalinan kisah hidupku (huhu..kenapa jadi mellow yellow gini..). Tidak terasa dalam beberapa hari lagi aku kan beranjak pergi meninggalkan kota "Gila namun Bahagia" ini, meninggalkan goresan langkah senyum, bahagia, senda gurau, sedih, galau dan kehangatan berbagi dalam satu atap. Bersiap menuju kota kelahiran, ibukota Jakarta Raya untuk mengulas balik kisah hidup lamaku sekaligus memulai kisah hidupku lainnya. ^_^

"Persahabatan akan terus ada, tidak ada kata putus atau berpisah. Tidak ada bekas atau mantan, semua akan terus selalu menjadi sahabat selamanya...."

Terima kasiih temaan.... Love you, sist... ^_^ Akan aku tunggu cerita baru dari kalian semua... Hohoho....

4 komentar:

  1. huhuhu... jd sedih bacanya....
    tp jd inget masa2 gila bersamamu.
    secangkir kopi saat sahur yg tak bakal terlupa
    hohoho.....
    sukses slalu buatmu ya jeng
    thankz for being best friend
    don't forget that friendship will never end
    cu

    BalasHapus
  2. yaah, jgn sediih dunk... cup..cup.. ^_^

    yup...."secangkir kopi di waktu sahur" pasti akan selalu jadi bagian tak terlupakan diantara banyak kisah seru kita...hahaha..untung puasa kita "pwooul" hingga maghrib..ahahay! :D

    sukses terus juga buatmu, na...amiin...
    yup, it will be so nice if we could always keep in touch together forever.. ^^

    BalasHapus
  3. mbak2 boleh tanya gag? ex kostnya itu daerah mana ya g di codcat?
    saya lagi nyari kos yg penghuninya sedikit nih
    hehehehe!!
    thanks b4 =)

    BalasHapus
  4. tuk anonim...
    concat deket terminal concat.. anonim siapa namanya yah?

    BalasHapus