Kamis, 04 Februari 2010

Langit yang aneh gak sih?

Hal yang sering tidak aku sadari adalah.....
Emm, ternyata sebenernya aku tuh suka sekali memandang langit, memperhatikan bentuk awan, bentuk bulan (wah terkecuali matahari loh yah, bisa buta kalau harus terus memandangi matahari, hehehe..) dan tata letak bintang (jika malam hari), bisa tidak yah berharap melihat bintang jatuh atau komet? Indah dan Lucunya bentuk awan dan kerlap-kerlip bintang berhamburan serta berubah-ubahnya bentuk bulan memang adalah tanda-tanda kekuasaanNya. Subhanallah... ternyata alangkah indah hasil karya "pelukisan" angkasa olehNya. I really-really enjoy it!

Namun, entah kenapa dua hari terakhir ini koq sepertinya langit di Jogja ini terasa sedikit "aneh" bagiku. Semoga aku tidak lebay dan Oon.. Soalnya, tidak biasanya sore hari jam 6 seperti terasa masih jam setengah 4, masih terang benderang (seperti hidup di Sumatra kali yah?). Padahal pada umumnya jam segitu kan sudah memasuki waktu kegelapan, hehe... Nah, hari ini langitnya terasa berwarna kuning (beda kan yah dengan definisi warna jingga?). Apa mungkin dipengaruhi oleh cuaca mendung yah? Wah, need more explanations nih tentang ini.... ^.^??


*melihat suasana langit berwarna kuning dari jendela kamarku.. Eh, ternyata tidak bisa ditangkap jelas oleh camdig ku.. huhuhu...

Saat mengagumi keindahan warna langit saat sore hari, pernahkah terpikirkan bagaimana penjelasan ilmiah untuk menjawab ini semua?

"Pada siang hari ketika cahaya putih melewati atmosfer maka cahaya putih tersebut akan mengalami hamburan, yaitu cahaya biru dan ungu (karena memiliki frekuensi paling tinggi di antara warna-warna yang lain) akan dihamburkan lebih banyak daripada warna merah, jingga, dan kuning. Lalu bagaimana dengan warna merah, jingga dan kuning tersebut?

Langit di bagian barat berwarna jingga pada sore hari menjelang maghrib karena ketika warna biru dan ungu sudah lebih banyak dihamburkan, maka warna-warna dengan frekuensi kecil seperti merah, jingga, dan kuning tetap bergerak lurus melewati atmosfer. Akibatnya, pada belahan bumi yang lebih timur, orang sudah tidak lagi dapat melihat warna biru dan ungu karena sudah dihamburkan. Saat itu, orang pada belahan bumi yang lebih timur hanya akan melihat “sisa” warna yang belum terhamburkan. Siswa warna yang masih ada adalah percampuran antara merah, jingga, dan kuning. Itulah sebabnya mengapa langit tampak berwarna merah ketika sore hari."

Huum, tapi tadi sore langit Jogja tampak lebih berwarna kuning, apakah ada hubungannya dengan cuaca mendung sehingga warna merah maupun jingga lebih terdispersi (karena frekuensinya lebih kecil daripada warna kuning) akibat banyaknya partikel-partikel yang terkandung dalam awan dan udara sehingga sinar matahari yang dapat menembus dan kita lihat adalah berwarna jingga cenderung lebih kuning. Hemm, rahasia yang menarik untuk dibahas hari ini..

Langitku gelap namun berwarna kuning... Waw, semoga tidak berhubungan dengan mellow yellow yaah... Hehehe... ^^

tambahan info dari : Shobru's personal site. (terimakasi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar