Ampuun deh... uuh, kalo udah mencium bau kecoaa, waah.. bener-bener bisa membuatku langsung memicingkan mata waspada melihat sekitarku. Sensor anti kecoa pun berbunyi menunjukkan bahwa tanda-tanda si kecoa pernah berada di sekitar kita...huhuhu... Gimana dengan kalian?
Kecoa menempati peringkat dua deretan hewan yang bikin aku merinding, bergidik or apapun itu setelah ular dan ulat.. Huff... Makanya, apapun yang berhubungan dengan kecoa, baik telur kotoran, potongan kaki atau sisa sayapnya..bahkan baunya pun bisa membuatku langsung jijik seketika.. (Maaf yah kecoa.. aku telah membencimu... huhuhu..). Apalagi kalo si kecoa suka terbang dan jalannya cepet banget, makin susah dimatiin.. semakin gak tenang kalo masih ada kecoa yang berkeliaran di dekatku :(
Kecoa, salah satu serangga 'indikator' kebersihan suatu tempat. Serangga ini tuh bersifat nocturnal (aktif hidup di malam hari), senang tinggal di daerah lembab, kotor dan jorok, seperti got-got atau saluran pembuangan air kamar mandi (septitank). Tapi, kecoa juga sering ditemui di tempat banyak makanan seperti dapur (penyuka makanan yang terbuat dari tepung, misal roti dan biskuit) dan gelap seperti gudang. Pokoknya tempat-tempat yang memungkinkan dia bisa ngumpet di siang hari, sehingga pas malam harinya dia bisa menjelajah ke tempat-tempat lainnya untuk mencari makan dan bertemu dengan teman-temannya. Kecoa yang sering kita temui tuh ternyata kecoa jenis Jerman (Blatella germanica) dan kecoa Amerika (Periplaneta americana). Tubuhnya warna coklat rada kemerahan, bersayap, kaki tajam, dan sungut antena yang panjang (suka gerak-gerak) langsung dapat kita kenali dengan mudahnya.
Huff... kalo sudah liat ada kecoa yang berkeliaran pengen rasanya langsung "menggeplak" si kecoa, tapi sempat mikir-mikir lagi sih kalo si kecoa dah "mejret" trus badannya remuk pasti keluar cairan dan bau yang gak sedap buanget.. hieekss... jadi tambah jijik deh.. Kenapa yah si kecoa tuh bisa mengeluarkan bau yang gak enak saat dia mati ataupun hidup sekalipun...? Bau kecoa yang sangat khas (khas ga enaknya), merupakan aroma feromon. Aroma tersebut digunakan si kecoa untuk menarik kelompok mereka agar mendekat saat berada di lokasi yang tepat untuk mereka tinggali. Nah, ini nih kenapa kalo ada kecoa pasti tercium bau yang gak sedap. Ternyata selain itu, aroma serta cairan dalam bentuk asam lemak yang keluar dari tubuh si kecoa saat mati berguna untuk menghindari penyakit dan memperingati kawanannya tentang keberadaan sang predator. Yah, secara gak langsung si kecoa mati ini memberikan peringatan bagi temannya agar menjauh dari bangkai. (Kesimpulan ini telah dibuktikan loh oleh para peneliti yang mempublish penelitiannya di Jurnal Evolutionary Biology..*aduw tapi koq ga dapet jurnal lengkapnya yah...huhu..). Humm... pantesan ajah yah bau... >.< style="font-style: italic;">Salmonella typhimurium, Entamoeba histolytica serta poliomyelitis virus5 sebagai penyebab penyakit demam typhoid atau tipes, diare serta virus penyebab polio. Selain itu kecoa juga merupakan vektor pembawa bakteri Streptococcus yang dapat meyebabkan penyakit disentri, diare dan kolera. Hueeks...
Nah, perlu banget ni dilakukan pengendalian pemberantasan kecoa, caranya dengan menutup makanan dengan rapat, rajin membersihkan rumah, membuang sampah secara berkala (jangan sampai menumpuk dan busuk), menutup saluran pembuangan atau got dengan kawat (biar kecoanya gak bisa masuk ke dalam rumah) dan langsung "menggeplak" si kecoa jika dia berkeliaran di sekitar kita.. (woo, berasa terminator donk yah..). Oya, ada info tambahan nih memberantas kecoa dengan alami. Ternyata dengan memanfaatkan sabun batangan yang dipotong kecil-kecil lalu dimasukkan ke dalam mangkok kecil berisi air, potongan lemon dan timun, lembaran daun salam, serta kapur barus (bisa digerus atau utuh) yang diletakkan di pojokan atau rute si kecoa biasa melintas dan tinggal dapat mencegah "betahnya" si kecoa tersebut tinggal di rumah kita, karena ternyata kecoa itu tidak menyukai bahan atau aroma yang segar.
Yah, walaupun sebenarnya dalam ajaran agama diajarkan tidak boleh membunuh sembarang hewan dan si kecoa ini juga makhluk ciptaanNya.. tapi sepertinya gak papa deh untuk membunuh serangga satu ini, abis dia bisa membahayakan kehidupan kita koq... Emm, tapi.. agar terhindar dari proses pembunuhan kecoa, jaga kebersihan yuuk... ^^
Kecoa menempati peringkat dua deretan hewan yang bikin aku merinding, bergidik or apapun itu setelah ular dan ulat.. Huff... Makanya, apapun yang berhubungan dengan kecoa, baik telur kotoran, potongan kaki atau sisa sayapnya..bahkan baunya pun bisa membuatku langsung jijik seketika.. (Maaf yah kecoa.. aku telah membencimu... huhuhu..). Apalagi kalo si kecoa suka terbang dan jalannya cepet banget, makin susah dimatiin.. semakin gak tenang kalo masih ada kecoa yang berkeliaran di dekatku :(
Kecoa, salah satu serangga 'indikator' kebersihan suatu tempat. Serangga ini tuh bersifat nocturnal (aktif hidup di malam hari), senang tinggal di daerah lembab, kotor dan jorok, seperti got-got atau saluran pembuangan air kamar mandi (septitank). Tapi, kecoa juga sering ditemui di tempat banyak makanan seperti dapur (penyuka makanan yang terbuat dari tepung, misal roti dan biskuit) dan gelap seperti gudang. Pokoknya tempat-tempat yang memungkinkan dia bisa ngumpet di siang hari, sehingga pas malam harinya dia bisa menjelajah ke tempat-tempat lainnya untuk mencari makan dan bertemu dengan teman-temannya. Kecoa yang sering kita temui tuh ternyata kecoa jenis Jerman (Blatella germanica) dan kecoa Amerika (Periplaneta americana). Tubuhnya warna coklat rada kemerahan, bersayap, kaki tajam, dan sungut antena yang panjang (suka gerak-gerak) langsung dapat kita kenali dengan mudahnya.
Huff... kalo sudah liat ada kecoa yang berkeliaran pengen rasanya langsung "menggeplak" si kecoa, tapi sempat mikir-mikir lagi sih kalo si kecoa dah "mejret" trus badannya remuk pasti keluar cairan dan bau yang gak sedap buanget.. hieekss... jadi tambah jijik deh.. Kenapa yah si kecoa tuh bisa mengeluarkan bau yang gak enak saat dia mati ataupun hidup sekalipun...? Bau kecoa yang sangat khas (khas ga enaknya), merupakan aroma feromon. Aroma tersebut digunakan si kecoa untuk menarik kelompok mereka agar mendekat saat berada di lokasi yang tepat untuk mereka tinggali. Nah, ini nih kenapa kalo ada kecoa pasti tercium bau yang gak sedap. Ternyata selain itu, aroma serta cairan dalam bentuk asam lemak yang keluar dari tubuh si kecoa saat mati berguna untuk menghindari penyakit dan memperingati kawanannya tentang keberadaan sang predator. Yah, secara gak langsung si kecoa mati ini memberikan peringatan bagi temannya agar menjauh dari bangkai. (Kesimpulan ini telah dibuktikan loh oleh para peneliti yang mempublish penelitiannya di Jurnal Evolutionary Biology..*aduw tapi koq ga dapet jurnal lengkapnya yah...huhu..). Humm... pantesan ajah yah bau... >.< style="font-style: italic;">Salmonella typhimurium, Entamoeba histolytica serta poliomyelitis virus5 sebagai penyebab penyakit demam typhoid atau tipes, diare serta virus penyebab polio. Selain itu kecoa juga merupakan vektor pembawa bakteri Streptococcus yang dapat meyebabkan penyakit disentri, diare dan kolera. Hueeks...
Nah, perlu banget ni dilakukan pengendalian pemberantasan kecoa, caranya dengan menutup makanan dengan rapat, rajin membersihkan rumah, membuang sampah secara berkala (jangan sampai menumpuk dan busuk), menutup saluran pembuangan atau got dengan kawat (biar kecoanya gak bisa masuk ke dalam rumah) dan langsung "menggeplak" si kecoa jika dia berkeliaran di sekitar kita.. (woo, berasa terminator donk yah..). Oya, ada info tambahan nih memberantas kecoa dengan alami. Ternyata dengan memanfaatkan sabun batangan yang dipotong kecil-kecil lalu dimasukkan ke dalam mangkok kecil berisi air, potongan lemon dan timun, lembaran daun salam, serta kapur barus (bisa digerus atau utuh) yang diletakkan di pojokan atau rute si kecoa biasa melintas dan tinggal dapat mencegah "betahnya" si kecoa tersebut tinggal di rumah kita, karena ternyata kecoa itu tidak menyukai bahan atau aroma yang segar.
Yah, walaupun sebenarnya dalam ajaran agama diajarkan tidak boleh membunuh sembarang hewan dan si kecoa ini juga makhluk ciptaanNya.. tapi sepertinya gak papa deh untuk membunuh serangga satu ini, abis dia bisa membahayakan kehidupan kita koq... Emm, tapi.. agar terhindar dari proses pembunuhan kecoa, jaga kebersihan yuuk... ^^
Makasih infonya, saya juga termasuk haters Kecoa aaaah bikin ilfil kalau udah nyium baunya apalagi lihat wujudnya, saya gak tenang sebelum tuh kecoa mati dengan tangan saya sendiri.
BalasHapusBhahak salam pembasmi kecoa.. Saya baru pindah kosan dan apa yg terjadi? Pintu kamar mandi ada penghuninya yak betul kecoa family, dari yg masih kecilkecil (cere) sedengan, sampe yg dewasa gede coklut (coro dlm bhs jawa) *hiekkk kalo diliatliat kaya kurma wuhahaha.. Langsung tuh saya beli baygon kemasan ekonomis *anakkos semprot lgsung di KM 15-20 mnt kemudian tewas dgn posisi terbalik hahaha seneng saya, tp besokbesok nya tetep aja masih -_- ya lumayan sih ga sebanyak sebelumnya kadang 1 hari lewat 1 kadang 2 kadang ga liwat. Trus pas lg sholat nih pas lg khusyu khusyunya tuh pas ruku' ada kecoa liwat saya gapeduli pas mau sujud kecoa nya mendekat *hehemaafyaallah says lgsung ya kaya gitu bayangin sendiri aja wkwk.. Dan skrg udh hari ke4 dikosan baru besok mau nyoba tips nya Bu Panda hehe mksh bu smg kecoa nya gk bls dendam yak
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusDuh pernah sempat keinjek kecoa. Jadi stres. Gak konsen ujian wkwkwk
BalasHapusWkwkw..... Gua juga benci banget sma kecoa.... Smpai sampai baunya melintas di hidung pasti tu ntr kecoa gue temuin walaupun ngumpet dan pasti brakhir denan kematian... Yg tragis buat si kecoa
BalasHapusGue miara kecoa 2 jenis yaitu turkish dan kexoa lobster dan ga ada yg bau seperti kecoa rumah yg sangat meresap kedalam hidung.
BalasHapusBedah atuhh 😂😂
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusSalam kenal, saya barusaja mengalami kejadian paling menjijikan soal kecoa, sore hari saya mencium bau yang menyengat dikasur saya, saya coba cium dan menebak bau apa itu sampai saya tidak memikirkannya lagi, malam harinya setelah saya berbaring, bau menyengat tersebut semakin kuat, sehingga saya pindah ke sisi lainnya untuk tidur, baru saja saya cek dibawah sprei apa yang menyebabkan bau, ternyata ada kecoa / bangkai kecoa yang ada dibawah sprei saya. Menjijikan sekali, padahal ini kasur baru beberapa minggu
BalasHapusBtw, bingung kecoa urutan 2 apa 3...soalnya setelah ular dan ulat....
BalasHapusThanks infonya...saya baru pindah kontrakan dan kecoa keluar terus dari drain kamar mandi T-T
Dibunuh muncul terus, setelah ini mau saya tutup pakai kawat....
Tadinya kalo liat kecoa aja udah mau nangis tapi 4 hari di kontrakan baru liat udah gak se parno dulu, cuma masih jijik banget....
Oooohh jdi gitu toh baunya....sy tau kecoa itu bau baru sekarang. Wktu itu sy bunuh kecoak pake sapu mati peot sama sapu..abis itu sy nyium bau busuk sekali Malah sy sempat suudzhan sama setan2 dan dedemit dsb...sy bilang jangan2 ini bau mereka... busuk kayak bangkai ikan tapi lebih busuk lagi...maaf ya tan dah suudzhan sama kamu.
BalasHapusTernyata itu bau si kecoak.... ok ok
Saya benci kecoa lebih krn baunya yg apek banget itu. Kalo terbang kok setahu saya jarang. Saya selalu sedia semprotan kecoa. Baunya emang parah banget. Ada barang d lewatin doang aja udah ninggalin jejak bau d situ. Pernah d kasih orang jajanan d bungkus plastik. Tp pas diicip jajanannya ada aroma kecoa. Auto buang. Pernah juga makan nasi piringan d acara hajatan orang, kuahx rasa kecoa. Auto mandeg. Gila aja punya hajat nyuguhin nasi piringnya gak d cuci ulang... kalo terpaksa bunuh kecoa gak pake semprotan, melainkan d pukul pake sapu ato sendal, auto d cuci...
BalasHapus